Mourinho Doakan Serbia Terpeleset di Piala Dunia 2018, Ada Apa?

Manajer Manchester United, Jose Mourinho menciptakan suatu komentar yang lumayan kontroversial. Dia mendoakan Tim nasional Serbia tak melaju babak grup di Piala Dunia 2018 yang akan datang. Serbia jadi salahsatu kuda hitam di Piala Dunia 2018 yang akan datang. Mereka jadi salahsatu dari sembilan wakil Eropa di ajang 4 tahunan ini.

Di Rusia esok mereka bakal tergabung di grup F. Mereka bakal berkompetisi dengan Brasil, Swiss serta Kosta Rika guna bersaing menembus babak knockout. Mourinho mengharap jika Serbia yang dibela Nemanja Matic tak melaju jauh di Piala Dunia 2018 esok.

“Sebagai manajer, saya mau talenta saya meraih kemenangan di Piala Dunia esok tapi di sisi lainnya saya jua mau mereka berlibur,” ungkap Mourinho pada ESPN yang dilansir prediksi pertandingan bola. Mourinho sendiri mengharap Serbia tak lolos jauh di Rusia esok supaya Matic dapat mendapat jatah libur.

“Saya membutuhkan Matic untuk pergi berlibur. Jadi saya pikir Swiss bakal menjadi runner up grup F sebab Brasil telah pasti bakal menjadi jawara Grup. Maafkan saya Nemanja, tapi kamu memang sepantasnya membutuhkan libur.” tutup manajer yang berasal yang Portugal ini.

Kompetisi musim kemarin, Matic resmi jadi pemain bola untuk Manchester United. Dia mendarat dari Chelsea dengan harga transfer nyaris 40 juta poundsterling. Di MU, dia segera menjadi alternatif pertama Jose Mourinho. dari total 38 laga EPL, dia berlaga di 36 pertandingan di antaranya, di mana dia jadi starter di 35 pertandingan.

Bukan Duit, Ini Rahasia City Menjadi Jawara Premier League

Manajer Manchester City, Pep Guardiola membongkar salahsatu alasan kuat atas kesuksesan kesebelasannya memenangi Premier League kompetisi musim 2017/18. Bukanlah cuma uang, Guardiola mengatakan kondisi ruang ganti yang bagus.

City sukses mendapat title jawara Premier League dengan menciptakan sejumlah rekor. Mereka menorehkan rekor angka paling banyak, rekor gol paling banyak, rekor perbedaan angka besar dari ranking ke-2 dan masih banyak lagi. Tidak sedikit orang yang menganggap Guardiola sukses menghantarkan Manchester City menjadi jawara cuma sebab barisan pesepakbola yang ia hadirkan dengan biaya tinggi.

Guardiola pun tak menampik itu, di dalam 2 kompetisi musim belakangan ini ia memang telah mengucurkan sejumlah duit guna menghadirkan belasan pemain bola anyar. Tapi untuknya yang penting tidak cuma tentang talenta besar. Tetapi jalinan antara pemain itu sendiri.

“Musim kemarin serta kompetisi musim ini salahsatu power kami merupakan situasi ruang ganti kami,” ungkap Guardiola di tribalfootball. “Kualitas mereka menjadi manusia, seperti apa mereka terhubung dengan staff. Inilah yang bakal saya katakan menjadi rahasia pertama. Tersebut berarti besar untuk saya.”

Agaknya Guardiola dapat membuat kondisi kondusif ini sebab di tim Manchester City sekarang tiada 1 punggawa yang betul-betul tajam seorang diri. Semisal Barcelona dengan Lionel Messi-nya. Manchester City emang mempunyai sejumlah punggawa besar, namun semua mendapatkan peluang yang serupa buat berlaga di setiap partai. Hal-hal ini jelas berperan besar atas kondisi di ruang ganti. Karena terdapat pemain sepakbola yang kesal bila diganti pemain lain.

Jorginho Masih Buntu, City Beralih menuju Seri

Manchester City diberitakan sudah bosan dengan perundingan dengan Napoli guna mendapat jasa Jorginho. Yang menjadi gantinya, sekarang City sudah menargetkan nama lainnya. Sosok yang dibidik merupakan Jean Michael Seri. Sepanjang sebulan belakangan, City memang, mengerjakan perundingan yang intensif dengan Napoli buat penandatanganan Jorginho. Namun, orang Napoli kayak memperumit kondisi.

The Citizen sudah meluncurkan 2 proposal dengan sejumlah pilihan, tergolong barter punggawa. Kemudian, Napoli ngotot cuma mau melego Jorginho seharga 60 juta euro. Biaya yang dipandang oleh Manchester City jauh di atas harga sang pemain bola.

Bosan dengan kondisi ini, Dilansir dari Sunday Mirror yang diposting ulang admin livescore bola, City telah mulai beralih melirik pemain bola lainnya. Performa bagus Jean Michael Seri dengan Nice di kompetisi musim 2017/18, sudah memikat deretan pemandu talenta City.

Punggawa berumur 26 tahun sudah dianjurkan oleh Pep Guardiola agar lekas dihadirkan menuju Stadion Etihad. Pep Guardiola memang memerlukan tipe pemain gelandang kayak Jorginho serta Jean Michael Seri. Karena, Pep belum lama kehilangan Yaya Toure yang kesepakatannya tuntas. Pep membutuhkan tambahan 1 energi di lini pemain gelandang tengah.

Seri pada kompetisi musim kemarin main bagus dengan Nice, tim yang jua diperkuat oleh Mario Balotelli. Seri main di 31 partai bersama di ajang Ligue 1 di kompetisi musim 2017/18. Cuma saja, jalan City buat menghantarkan Seri menuju Stadion Etihad takkan sederhana. Ada jalan yang lumayan terjal. Karena, City bakal berkompetisi dengan Arsenal yang lumayan lama menargetkannya. Demikian jua dengan Chelsea yang berminat di Seri.

Leave a Reply

Your email address will not be published.